Selasa, 14 Mei 2013

Panggang Daging dengan 5 Cara Ini Agar Terhindar dari Kanker Usus Besar



Jakarta, Memanggang merupakan salah satu cara mengolah daging yang digemari. Namun ahli mengatakan memanggang daging jika dilakukan dengan tidak benar dapat memicu timbulnya penyakit kanker usus besar. Apakah cara Anda memanggang sudah benar?

"Penelitian saat ini menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker usus besar," ungkap Alice Bender, seorang ahli diet di American Institute for Cancer Research, seperti dikutip dari MSN, Selasa (14/5/2013).

"Memanggang daging merah maupun putih, bisa memicu kanker. Namun tetap bisa mengurangi risikonya," tutur Bender.

Berikut 5 langkah yang harus Anda perhatikan saat memanggang daging:

1. Perhatikan jenis daging
Jenis daging yang dipanggang memegang peranan paling penting. Berlebihan mengonsumsi daging sapi, babi, dan domba dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Risiko ini juga berlaku pada daging olahan seperti sosis. Lebih baik mengganti daging tersebut dengan daging ikan atau ayam.

2. Bumbui daging sebelum dipanggang
Pastikan untuk memberi bumbu pada daging sebelum memanggang. Penelitian telah mengungkapkan bahwa proses pemberian bumbu pada daging, unggas, dan ikan setidaknya 30 menit sebelum memanggangnya dapat mengurangi pembentukan amino heterosiklik penyebab kanker atau cancer-causing heterocyclic amines (HCAs) saat memasak daging dengan suhu tinggi.

Untuk bumbu bisa digunakan campuran antara cuka, bumbu, rempah-rempah, dan sari buah lemon.

3. Masak daging setengah matang sebelum dipanggang
Zat lain yang berpotensi menyebabkan kanker disebut sebagai hidrokarbon aromatik polisiklik atau polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Zat ini disimpan di dalam daging saat proses pemanggangan.

Proses munculnya zat ini dapat dikurangi dengan memasak daging tersebut setengah matang sebelum dipanggang. Hal ini dilakukan agar waktu yang digunakan untuk memanggang menjadi berkurang dan pembentukan PAH pun akan dikurangi. Daging ini bisa diolah setengah matang dengan cara memasukannya ke dalam microwave atau oven.

"Tempatkan daging setengah matang di panggangan agar tidak terlalu lama dipanggang dan tetap aman dari mikroba yang dapat menyebabkan kanker," ungkap Bender.

4. Masak daging di atas api kecil
Ini dilakukan untuk mengurangi pembentukan HCA dan PAH. Selain itu, pastikan untuk memotong lemak yang ada sebelum daging dipanggang dan panggang daging di bagian tengah panggangan. Jika ada bagian yang gosong setelah daging dipanggang, potong bagian tersebut sebelum disajikan.

5. Tambahkan sayuran dan buah-buahan
Mengonsumsi daging panggang harus disertai dengan sayuran dan buah-buahan yang mengandung senyawa anti-kanker. Misalnya dengan menambahkan irisan bawang, terong, paprika, atau tomat.

Selain itu, jagung rebus juga dapat dijadikan pilihan lain yang baik untuk teman memanggang. Menurut Bender, jagung dapat memberikan rasa manis.
http://health.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar