Minggu, 03 Februari 2013

10 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan


JAKARTA—Brokoli merupakan salah satu sayuran yang paling bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung gizi yang lengkap. Sayuran ini menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan seperti meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan mencegah kanker.
Gizi yang terkandung dalam brokoli antara lain seperti serat, antioksidan, vitamin A, B, C, K, dan mineral zat besi mineral, yang semuanya diperlukan untuk tubuh yang sehat. Berikut adalah 10 manfaat sehat mengonsumsi brokoli, seperti dilansir everydayhealth, Rabu (16/1/2013) antara lain:
1. Meningkatkan daya tahan tubuh
“Brokoli mengandung kadar tinggi vitamin C, yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi,” kata Elizabeth Somer, RD, penulis buku ‘Eat Your Way to Happiness’.
Selain itu, brokoli terdiri dari fitonutrien dan fitokimia, termasuk sulforaphane, yang membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan memperkuat ketahanan fisik terhadap flu.
2. Membantu mencegah kanker
Salah satu manfaat terbesar yang ditawarkan brokoli adalah kemampuannya memerangi penyakit. Para ilmuwan menyatakan bahwa brokoli benar-benar mampu mendetoksifikasi tubuh dan dikenal memiliki sifat pencegahan terhadap kanker payudara, kandung kemih, usus besar, dan kanker ovarium karena kandungan indole dan isothiocyanate, fitokimia dalam brokoli.
Studi telah menemukan bahwa indole-3-carbinol dapat membantu mengontrol hormon yang berhubungan dengan kanker, seperti payudara dan kanker prostat. Sebuah studi terbaru yang dilakukan di University of Illinois menemukan bahwa sifat anti kanker brokoli dapat meningkat jika dipasangkan dengan makanan pedas yang mengandung enzim myrosinase, seperti lobak, mustard, dan wasabi.
Penelitian lain yang dilakukan di Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore, menemukan bahwa isothiocyanate dalam brokoli dapat meningkatkan aktivitas enzim pada sekelompok hewan yang efektif mencegah berkembangnya tumor kanker.
3. Membantu melawan depresi
Elizabeth Somer mengatakan bahwa brokoli merupakan sumber folat dan vitamin B yang baik. Hal ini terbukti dapat meningkatkan suasana hati dan mencegah depresi.
Orang yang kekurangan folat cenderung mudah mengembangkan depresi, kelelahan, daya ingat yang buruk, dan masalah mental yang mungkin lebih serius seperti skizofrenia. Anda dapat memerangi kesedihan dengan meningkatkan konsumsi sayuran seperti brokoli.
4. Meningkatkan kesehatan tulang
Brokoli mengandung kalsium dan vitamin K, yang keduanya sangat penting bagi kesehatan tulang dan untuk mencegah osteoporosis.
5. Mengontrol tekanan darah
Brokoli dapat membantu menjaga sistem saraf yang sehat dan menyeimbangkan efek natrium pada tekanan darah. Selain itu, kandungan potasiumnya mampu membantu menstabilkan tekanan darah dan menjaga sistem saraf dan fungsi otak yang sehat.
6. Mencegah penyakit kardiovaskular
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa vitamin B6 dan folat yang terkandung dalam brokoli menawarkan beberapa perlindungan terhadap penyakit jantung dan stroke.
7. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Kadar serat yang tinggi dalam brokoli dapat mencegah sembelit dengan melancarkan saluran pencernaan.
8. Mempromosikan penglihatan yang tajam dan memperbaiki kerusakan kulit
Brokoli mengandung lutein dan vitamin A yang penting untuk kesehatan mata. Penelitian telah menunjukkan bahwa kadar tinggi lutein dapat mencegah degenerasi mata terkait usia seperti makula dan katarak. Brokoli juga mengandung glucoraphanin, yang dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari atau proses penuaan.
9. Mencegah penyakit jantung
Para peneliti di Institute for Food Research di Norwich, Inggris, menyilangkan dua jenis brokoli yang berbeda untuk mengembangkan brokoli super yang mengandung glucoraphanin hingga 2 sampai 3 kali jumlah normal. Nutrisi tersebut diyakini dapat membantu mencegah penyakit jantung.
10. Menyukseskan diet penurunan berat badan
Sayuran non karbohidrat seperti brokoli dapat menjadi pilihan makanan sehat yang dapat mendukung diet Anda. Kandungan seratnya yang tinggi, membuat sistem pencernaan membutuhkan waktu yang lama untuk mencernanya sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar